Lombok Timur, 4 Mei 2026 — PC HIMMAH NW Lombok Timur bersama aliansi organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus menggelar aksi dan mimbar bebas di depan Gedung DPRD serta Kantor Bupati Lombok Timur, Senin (4/5), dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional. Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi para pekerja dan buruh di Lombok Timur yang dinilai masih menghadapi berbagai persoalan kesejahteraan, mulai dari minimnya perlindungan kerja, ketidakmerataan BPJS Kesehatan, hingga lemahnya jaminan sosial bagi pekerja sektor informal.
Sejak pagi hari, massa aksi mulai memadati kawasan kantor pemerintahan sambil membawa spanduk, poster tuntutan, dan bendera organisasi. Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, mahasiswa menyoroti masih banyaknya masyarakat pekerja yang belum mendapatkan hak dasar secara layak. Mereka menilai pemerintah daerah harus lebih serius memperhatikan kondisi buruh yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah.
Ketua PC HIMMAH NW Lombok Timur, Rahman, dalam orasinya menegaskan bahwa persoalan buruh tidak boleh terus dipandang sebelah mata. Menurutnya, kesejahteraan pekerja merupakan indikator penting dalam pembangunan daerah dan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun DPRD Lombok Timur.
“Buruh jangan terus dipermainkan. Mereka bekerja keras untuk menopang ekonomi daerah, tetapi masih banyak yang belum mendapatkan BPJS Kesehatan dan perlindungan sosial yang layak. Pemerintah tidak boleh hanya hadir saat membutuhkan tenaga mereka, tetapi juga harus hadir ketika masyarakat pekerja membutuhkan perlindungan dan kepastian hidup,” tegas Rahman di hadapan massa aksi.
Ia menjelaskan bahwa di Lombok Timur masih banyak pekerja sektor informal seperti buruh tani, buruh bangunan, nelayan, pedagang kecil, hingga pekerja harian lepas yang belum tersentuh secara maksimal oleh program perlindungan sosial. Kondisi tersebut dinilai sangat rentan karena ketika pekerja mengalami sakit, kecelakaan kerja, atau kehilangan penghasilan, mereka tidak memiliki jaminan perlindungan yang memadai.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor informal masih menjadi penyumbang terbesar lapangan pekerjaan di Nusa Tenggara Barat, termasuk di Kabupaten Lombok Timur. Namun tingginya jumlah pekerja informal belum diiringi dengan pemerataan akses terhadap BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan. Banyak pekerja yang belum terdaftar akibat keterbatasan ekonomi, kurangnya sosialisasi, serta lemahnya pengawasan terhadap perusahaan dan pemberi kerja.
Dalam aksinya, PC HIMMAH NW bersama Cipayung Plus juga menyoroti pentingnya pengawasan pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan yang dinilai masih mengabaikan hak pekerja. Mereka meminta Dinas Tenaga Kerja dan instansi terkait untuk turun langsung memastikan seluruh pekerja mendapatkan hak normatif, termasuk jaminan kesehatan dan keselamatan kerja.
Selain itu, massa aksi mendesak pemerintah daerah agar memperluas bantuan kepesertaan BPJS bagi masyarakat kurang mampu dan pekerja rentan. Menurut mereka, program jaminan sosial tidak boleh hanya dinikmati sebagian kelompok saja, melainkan harus benar-benar menyentuh masyarakat kecil yang paling membutuhkan perlindungan.
“Kalau pemerintah serius ingin membangun daerah, maka kesejahteraan buruh harus menjadi prioritas. Jangan sampai buruh hanya dijadikan alat produksi tanpa diberikan perlindungan yang jelas. Ini menyangkut kemanusiaan dan keadilan sosial,” lanjut Rahman dalam orasinya di depan Kantor Bupati Lombok Timur.
PC HIMMAH NW bersama Cipayung Plus juga meminta DPRD Lombok Timur untuk lebih aktif mengawal kebijakan ketenagakerjaan dan memastikan adanya keberpihakan anggaran terhadap perlindungan sosial masyarakat pekerja. Mereka menilai langkah tersebut penting guna mengurangi ketimpangan sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat kecil di Lombok Timur.
Aksi yang berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan tersebut berjalan tertib dan mendapat perhatian masyarakat sekitar. Sejumlah perwakilan massa aksi diterima untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pihak terkait. Meski demikian, PC HIMMAH NW bersama Cipayung Plus menegaskan bahwa perjuangan terhadap hak-hak buruh tidak akan berhenti pada aksi seremonial semata. Mereka berkomitmen untuk terus mengawal isu kesejahteraan pekerja hingga pemerintah menghadirkan kebijakan nyata yang berpihak kepada masyarakat buruh dan pekerja kecil di Lombok Timur.















