Lombok Timur —22 Desember 2025, Suasana sekretariat Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan (HIMMAH NW) tampak berbeda dari biasanya. Puluhan kader dari berbagai latar belakang berkumpul dalam sebuah diskusi intens dan reflektif bertajuk “Tuhan dalam Nafas Perjuangan”, sebuah forum yang menggabungkan nalar kritis, kesadaran spiritual, dan semangat perjuangan kader.
Diskusi ini menjadi ruang dialektika yang hidup, di mana kader tidak hanya membahas perjuangan dalam dimensi struktural dan sosial, tetapi juga menelusuri makna terdalam perjuangan sebagai jalan spiritual menuju Tuhan. Forum ini menegaskan bahwa gerakan kader HIMMAH NW tidak semata berorientasi pada aksi, melainkan juga pada pembentukan kesadaran nilai dan akhlak.

Dalam diskusi tersebut, para peserta mengupas bagaimana perjuangan mahasiswa dan kader organisasi sering kali kehilangan ruh ketuhanan ketika hanya terjebak pada rutinitas gerakan. Melalui dialog terbuka, kader diajak merefleksikan bahwa perjuangan sejati adalah perpaduan antara keberpihakan sosial, keikhlasan, dan tanggung jawab moral di hadapan Tuhan.
Salah satu peserta menyampaikan bahwa perjuangan tanpa kesadaran ketuhanan berpotensi melahirkan kelelahan ideologis dan kekosongan makna. Sebaliknya, ketika Tuhan dihadirkan dalam setiap nafas perjuangan, gerakan akan memiliki arah, etika, dan tujuan yang jelas.
Kegiatan ini sekaligus menjadi penegasan identitas HIMMAH NW sebagai organisasi kader yang berakar pada nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan ke-Nahdlatul Wathanan. Diskusi berjalan dinamis, kritis, dan penuh kesadaran reflektif, mencerminkan semangat kader yang tidak hanya ingin bergerak, tetapi juga memahami hakikat gerak itu sendiri.
Melalui forum ini, HIMMAH NW berharap dapat melahirkan kader-kader yang tidak hanya lantang menyuarakan perubahan, tetapi juga kokoh secara spiritual, matang secara intelektual, dan konsisten dalam menjadikan perjuangan sebagai jalan ibadah.














